BREAKING NEWS

















Menu MBG SD Negeri 22 Muara Lawai Dinilai Tidak Layak Paket Makanan Dibilang Seolah Dibuang Saja, Ketua DPC AKPERSI Hendra Jaya Saputra Kritik Keras



Muara Enim, Jelajahberita id, – Paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa-siswi di SD Negeri 22 Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, menuai kecaman dan disebut-sebut tidak layak konsumsi. Hal ini terjadi pada Kamis (26/02/2026).

Beberapa pihak menyatakan bahwa kualitas dan komposisi makanan yang diberikan seolah-olah hanya barang yang dibuang saja, tidak sesuai dengan fungsi MBG yang seharusnya mendukung aktivitas belajar.



Foto isi paket MBG yang beredar menunjukkan konten yang sangat minim – hanya selembar roti tawar yang dibungkus plastik, satu butir telur mentah, satu buah pisang, dan sedikit kacang hijau dalam plastik kecil.

Tak hanya tampilan yang kurang menarik, komposisi tersebut juga dinilai tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi para guru yang sedang mengikuti proses pembelajaran.

"Menu seperti ini rasanya seperti barang yang tidak diinginkan dan hanya dibagikan begitu saja, seperti buangan," ujar salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

MBG seharusnya dirancang dengan memperhatikan aspek gizi, keamanan, dan kenyamanan konsumsi untuk mendukung fokus dan stamina peserta belajar. 

Namun kondisi yang ditemukan membuat banyak pihak mengajukan pertanyaan terkait perencanaan dan penyediaan fasilitas makanan ini.

Ketua DPC Asosiasi Kependidikan dan Profesi Pendidik Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Muara Enim, Hendra Jaya Saputra, mengeluarkan kritik keras terkait kasus ini. 

Menurutnya, penyediaan MBG yang tidak layak ini menunjukkan adanya kekurangan dalam pengawasan dan manajemen program yang seharusnya menjadi prioritas untuk mendukung profesionalisme guru.

"Kita tidak bisa menerima hal seperti ini. MBG bukan hanya sekadar makanan, tapi bagian dari dukungan pemerintah terhadap dunia pendidikan. 

Jika program yang seharusnya bermanfaat malah menjadi masalah, maka perlu ada pertanggungjawaban yang jelas," tegas Hendra Jaya Saputra.

Upaya konfirmasi secara langsung telah dilakukan oleh tim wartawan, baik dengan menghubungi pihak sekolah maupun mengunjungi lokasi untuk mendapatkan keterangan resmi.

Namun hingga saat ini, upaya tersebut menemui jalan buntu karena pihak terkait tidak dapat ditemui maupun memberikan tanggapan terkait kondisi MBG yang menjadi perbincangan ini.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim belum memberikan keterangan resmi apapun.

Masyarakat serta kalangan pendidikan berharap ada evaluasi mendalam dan perbaikan segera agar MBG yang diberikan ke depannya benar-benar bermanfaat dan sesuai standar yang ditetapkan.(*) 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar